SELAMAT DATANG DI BLOG PENAMBANG ILMU

Sabtu, 23 Oktober 2010

Latihan 2 UTS Konservasi Lahan dan Air (Untuk Offering A Geografi Angkatan 2008)

Tabel curah hujan Rata-rata bulanan (R) lihat pada tabel latihan soal UTS yang pertama.

Pasir Kasar unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 10. Pasir Sangat halus unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 35. bahan organik unit lahan 1 adalah 4,9 dan unit lahan 2 adalah 5,1. struktur unit lahan 1 adalah granuler sedang dan unit lahan 2 adalah granuler halus.permeabilitas unit lahan 1 adalah 5,5 dan unit lahan 2 adalah 6,1. debu unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 15. liat unit lahan 1 adalah 30 dan lahan 2 adalah 20.

Panjang Lereng Unit Lahan 1 adalah 50 m dan unit lahan 2 adalah 75 m. kemiringan lereng unit lahan 1 adalah 16% dan unit lahan 2 adalah 11%. Pengamatan dilapangan diketahui tanaman pada unit lahan 1 adalah 55% ditanami padi dan 45% ditanami tembakau, sedangkan unit lahan 2 ditanami 40% cabe dan 60% kacang tanah. Pengelolaan unit lahan 1 menggunakan guludan dengan rumput penguat, sedangkan unit lahan 2 menggunakan teras bangku dengan kualitas rendah. Kedalaman efektif lahan 1 adalah 30.000 mm, sedangkan lahan 2 adalah 25.000 mm. faktor kedalaman 0,6 dan nilai BV 1,8 gr/cm³. kelestarian tanah 300 tahun.

Hitunglah:
a)Laju erosi masing-masing unit lahan
b)EDP
c)TBE
d)Penjelasan hasil perhitungan beserta rekomendasi agar laju erosi turun!

Nb:
1. Pelajari Latihan ini dengan baik.
2. Sebelum Ujian dilaksanakan, Tanyakan ke asisten apabila mengalami kesulitan.

Latihan 2 UTS Konservasi Lahan dan Air

Tabel curah hujan Rata-rata bulanan (R) lihat pada tabel latihan soal UTS yang pertama

Pasir Kasar unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 10. Pasir Sangat halus unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 35. bahan organik unit lahan 1 adalah 4,9 dan unit lahan 2 adalah 5,1. struktur unit lahan 1 adalah granuler sedang dan unit lahan 2 adalah granuler halus.permeabilitas unit lahan 1 adalah 5,5 dan unit lahan 2 adalah 6,1. debu unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 15. liat unit lahan 1 adalah 30 dan lahan 2 adalah 20.

Panjang Lereng Unit Lahan 1 adalah 50 m dan unit lahan 2 adalah 75 m. kemiringan lereng unit lahan 1 adalah 16% dan unit lahan 2 adalah 11%. Pengamatan dilapangan diketahui tanaman pada unit lahan 1 adalah 55% ditanami padi dan 45% ditanami tembakau, sedangkan unit lahan 2 ditanami 40% cabe dan 60% kacang tanah. Pengelolaan unit lahan 1 menggunakan guludan dengan rumput penguat, sedangkan unit lahan 2 menggunakan teras bangku dengan kualitas rendah. Kedalaman efektif lahan 1 adalah 30.000 mm, sedangkan lahan 2 adalah 25.000 mm. faktor kedalaman 0,6 dan nilai BV 1,8 gr/cm³. kelestarian tanah 300 tahun.

Hitunglah:
a)Laju erosi masing-masing unit lahan
b)EDP
c)TBE
d)Penjelasan hasil perhitungan beserta rekomendasi agar laju erosi turun!

Nb:
1. Pelajari Latihan ini dengan baik.
2. Sebelum Ujian dilaksanakan, Tanyakan ke asisten apabila mengalami kesulitan.

Latihan 2 Ujian Tengah Semester Konservasi Lahan dan Air

Soal!
BULAN 1996 1995 1994 1992 1991 1990 1989 1988 1987 1986
Januari 367 517 356 313 544 362 513 301 588 465
Februari 841 539 417 303 529 393 689 535 552 255
Maret 281 187 560 315 188 281 519 457 242 556
April 194 157 151 329 469 340 59 188 187 302
Mei 71 193 2 140 65 152 335 396 74 60
Juni 4 208 1 52 0 155 267 112 162 231
Juli 34 13 0 46 0 18 399 0 16 68
Agustus 52 1 0 150 0 132 218 56 0 15
September 6 0 0 162 0 27 23 7 0 240
Oktober 451 161 51 249 17 115 155 304 3 246
November 419 757 209 596 320 208 291 426 467 274
Desember 479 0 213 374 397 491 142 385 506 248

Pasir Kasar unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 10. Pasir Sangat halus unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 35. bahan organik unit lahan 1 adalah 4,9 dan unit lahan 2 adalah 5,1. struktur unit lahan 1 adalah granuler sedang dan unit lahan 2 adalah granuler halus.permeabilitas unit lahan 1 adalah 5,5 dan unit lahan 2 adalah 6,1. debu unit lahan 1 adalah 20 dan unit lahan 2 adalah 15. liat unit lahan 1 adalah 30 dan lahan 2 adalah 20.

Panjang Lereng Unit Lahan 1 adalah 50 m dan unit lahan 2 adalah 75 m. kemiringan lereng unit lahan 1 adalah 16% dan unit lahan 2 adalah 11%. Pengamatan dilapangan diketahui tanaman pada unit lahan 1 adalah 55% ditanami padi dan 45% ditanami tembakau, sedangkan unit lahan 2 ditanami 40% cabe dan 60% kacang tanah. Pengelolaan unit lahan 1 menggunakan guludan dengan rumput penguat, sedangkan unit lahan 2 menggunakan teras bangku dengan kualitas rendah. Kedalaman efektif lahan 1 adalah 30.000 mm, sedangkan lahan 2 adalah 25.000 mm. faktor kedalaman 0,6 dan nilai BV 1,8 gr/cm³. kelestarian tanah 300 tahun.

Hitunglah:
a)Laju erosi masing-masing unit lahan
b)EDP
c)TBE
d)Penjelasan hasil perhitungan beserta rekomendasi agar laju erosi turun!

Nb:
1. Pelajari Latihan ini dengan baik.
2. Sebelum Ujian dilaksanakan, Tanyakan ke asisten apabila mengalami kesulitan.

Minggu, 17 Oktober 2010

Tugas Tambahan Geografi SMAN 6 MALANG

A.Pilihlah jawaban yang tepat!

1.Pengetahuan geografi diyakini sudah lama dikenal manusia. Pernyataan ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa . . .
a.peta lokasi telah dibuat manusia prasejarah
b.manusia prasejarah telah dapat membuktikan bahwa Bumi itu bulat
c.untuk bertahan hidup, manusia harus berinteraksi dengan lingkungan
d.di Yunani telah muncul geograf pada abad Sebelum Masehi
e.manusia prasejarah harus berpindah-pindah mencari makan dan tempat tinggal
2.Pengalaman dan pengetahuan manusia yang diperoleh dari perjalanannya ke tempat lain didorong oleh . . . .
a.keingintahuan akan tempat lain
b.keharusan manusia berinteraksi dengan lingkungan alam
c.usaha memenuhi kebutuhan manusia yang di daerahnya sendiri tidak tersedia
d.kebutuhan manusia yang banyak macamnya
e. jiwa petualangan
3.Penelitian dan penggalian informasi geografi yang merupakan hasil dokumentasi dari perjalanan ke tempat lain dilakukan pertama kali oleh seorang geograf bangsa Yunani Kuno bernama . . . .
a.Herodotus
b.Phytheas
c.Eratosthenes
d.Hippocrates
e.Thales
4. Sumbangan Eratosthenes dalam geografi adalah . . . .
a.pendapatnya bahwa Bumi itu bulat
b.pendapatnya bahwa Bumi itu datar
c.pendapatnya bahwa Bumi itu berlapis-lapis
d.pendapatnya bahwa Bumi itu diselimuti lapisan udara
e.pendapatnya bahwa Bumi itu satu-satunya planet yang dapat ditinggali
5.Siapakah peletak dasar geografi modern yang menyatakan objek studi geografi adalah semua fenomena di Bumi, baik organik maupun anorganik, yang berkaitan dengan kehidupan manusia?
a.Immanuel Kant
b.Alexander von Humboldt
c.Karl Ritter
d.Friederich Ratzel
e.Paul Vidal de la Blache

6.Seseorang melakukan penelitian mengenai pengaruh kemiringan lereng terhadap proses pembentukan tanah. Menurut Varenius penelitian itu termasuk ke dalam aspek . . . .
a.Atmosferis
b. Litosferis
c.Astronomis
d.Terrestrial
e.Komparatif
7.Manakah kegiatan manusia di bawah ini yang sesuai dengan teori kemungkina (posibilisme) dari Paul Vidal de la Blache?
a.Sistem pertanian ladang berpindah diawali dengan cara membakar hutan.
b.Nelayan berangkat berlayar menangkap ikan ketika angin darat bertiup.
c.Penduduk yang tinggal di daerah pantai dapat mengusahakan lahannya sebagai tambak ikan atau tambak garam.
d.Pertanian di daerah gunung dilakukan dengan sistem terasering.
e.Lahan pertanian tradisional banyak dibuka di daerah tepian sungai.
8.Berikut ini contoh konsep esensial geografi menurut Whiple yang berhubungan dengan interaksi kelompok masyarakat pada tingkat sejenis, hingga menimbulkan istilah daerah elite, daerah kumuh, daerah campuran adalah . . . .
a.Bumi sebagai planet
b.variasi wilayah
c.cara hidup
d.arti penting lokasi
e.keunggulan komparatif
9.Penduduk dunia cenderung menempati wilayah-wilayah yang banyak memiliki cadangan air dengan topografi yang datar. Dalam geografi, fenomena ini sesuai dengan salah satu konsep esensial menurut J. Warman yaitu . . . .
a.lokasi relative
b.keunikan areal
c.perubahan yang kontinu
d.biosfer
e.keunggulan komparatif
10.Konsep esensial geografi yang menunjukkan hubungan berbagai elemen fisik atau keragaman aktivitas manusia sehingga membentuk suatu jaringan yang konstan adalah . . . .
a.Kewilayahan
b.keunggulan komparatif
c.biosfer
d.perubahan yang kontinu
e.keunikan areal

B.Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1.Perkembangan geografi melalui beberapa tahap. Jelaskan perbedaannya di tiap tahap perkembangan!
2.Konsep geografi berkembang secara signifikan. Bagaimana konsep geografi berdasarkan seminar Lokakarya Geografi di Semarang tahun 1988?
3.Bagaimanakah peranan konsep esensial dalam pembelajaran geografi? Jelaskan pula konsep esensial yang diungkapkan oleh J. Warman?
4.Apa alasan utama kita mempelajari geografi?
5.Ruang lingkup geografi adalah geosfer. Apa yang dimaksud dengan geosfer? Berikanlah contoh gejala maupun fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan geosfer!

Kamis, 26 Agustus 2010

Sekolah Proaktif Mengapresiasi dan Mengiprovisasi Lingkungan Hijau

Perjalanan panjang menuju sekolah hijau secara ideal berkemungkinan membutuhkan waktu relatif panjang,sehingga butuh kepeloporan dan perencanaan matang serta kesinambungan upaya kerja keras segenap warga sekolah.
Langkah awal kearah ini ,agaknya perlu dibangunan rasa kepedulian warga sekolah bersama masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan sekolah dalam lingkup mikro kemudian ditingkatkan ke luar pekarangan sekitar area pengaruh sekolah.
Melalui sosialisasi yang efektif terhadap guru,siswa dan orang tuanya akan memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Dengan melibatkan warga sekolah membenahi lingkungan sekolah sejak awal , maka masyarakat akan merasakan lingkungan sebagai bagian dari mereka ,bahkan tumbuh rasa memiliki dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Keasrian dan kenyamanan lingkungan sekolah yang semakin kondusif dari tahun ke tahun berpeluang meningkatkan semangat warga sekolah untuk berpartisipasi Lingkungan sekolah hijau jika diterjemahkan secara luas dan komprehensif ,sebenarnya tidak berhenti sebatas tercapainya lingkungan sekolah yangtertata rapi dengan taman dan tanaman hijau semata.
Akan tetapi makna sekolah hijau juga mencakup ;minimalisasi pembakaran sampah yang menimbulkan pulusi di pekarangan dan lingkungan sekolah, pengurangan ketergantungan penggunaan arus listrik dari PLN, serta pemanfaatan sampah organik jadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tumbuhan di sekitar sekolah.
Pada beberapa sekolah di luar Sumatera Barat telah mulai berkembang pembudidayaan jamur sebagai makanan sehat dengan memakai pupuk organik hasil olahan sampah sendiri.
Jika hal seperti ini dapat dikembangkan oleh sekolah dengan kreatifitas masing-masing ,maka amat banyak sebenarnya nilai tambah yang bakal diperoleh,disamping antisipasi pemanasan global sebagai target utamanya.
Upaya mengurangi ketergantungan kepada sumber listrik dari PLN dapat dilakukan oleh sekolah dengan memanfaatkan solar system ( energi matahari ).Hal ini setidaknya akan mendatangkan keuntungan ganda yakni mengurangi biaya pengeluaran sekolah, dan secara tak langsung berpotensi mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTU.
Disamping itu,warga sekolah juga dapat belajar dan mengikuti hal serupa untuk kebutuhan rumah tangga mereka .
Dengan kemandirian dan otonomi sekolah untuk menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) konsep sekolah hijau ,mungkin bukanlah suatu hal yang muluk dan sulit dicapai.
Akan tetapi sekali lagi dibutuhkan kemauan dan usaha keras untuk mencapainya, karena prinsip dasar manajemen berbasis sekolah adalah mendorong setiap sekolah agar mandiri dan otonom dalam menentukan nilai tambah konpetitif yang ingin dicapainya.

Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Asri, Bersih, Nyaman, Sehat dan Ramah

Sekolah yang nyaman, asri dan ramah ( Wellcoming school ) sebenarnya sudah lama menjadi idaman . Akan tetapi perjalanan panjang menuju kearah ini baru mudah untuk disebut dan ternyata sulit mengaktualisasikannya. Mungkin karena begitu banyak aspek yang harus dipenuhi maka perwujudannya masih sebatas impian .
Hingga saat ini masih amat jarang kita menjumpai suatu lingkungan sekolah,apakah SD, SMP, SMA maupun SMK yang memiliki pekarangan lebih dari 30.000 meter persegi,sehingga memungkinkan tersedia lapangan olah raga yang mencukupi, ruang bermain yang memadai,
di bawah tumbuhan yang teduh dan rindang sertai pemandangan yang hijau disekeling sekolah.
Andaikan hal itu tersedia pada suatu sekolah,maka warga sekolah ( siswa ,guru dan pegawai ) akan merasakan kenyamanan sehingga memberikan suatu ketenangan serta kesejukan hati.
Kemudian,tentu akan memberikan nilai tambah lebih besar apabila para guru,pegawai sekolah bersama seluruh siswa senantiasa memupuk kebiasaan sikap saling akrab,penuh persahaabatan, dan ramah antar sesama.

Sekolah Berwawasan Lingkungan

Sekolah Berwawasan Lingkungan, tantangan dan harapan bagi sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang berkualitas. Dikatakan tantangan karena tidak mudah menjadikan lingkungan sekolah kondusif dan bermutu. Harapan, dengan sekolah berwawasan lingkungan membuat sekolah menjadi hijau, sejuk, nyaman, indah, bersih, dan sehat, serta dapat meminimalisasi dampak pemanasan global. Yang menghadapi tantangan dan mewujudkan harapan adalah manusia.
Menurut Sutardja. Abdul Gani, (1982) bahwa manusia sangat berperan dalam mengubah lingkungan, perubahan yang terjadi dari apa yang dilakukannya adalah berdampak positif maupun berdampak negatif bagi lingkungan itu sendiri dan bagi kehidupan yang terdapat disekitarnya.
Pengelolaan lingkungan sekolah secara baik akan membentuk lingkungan sekolah berkualitas, yang dikenal dengan Sekolah Berwawasan Lingkungan, sebaliknya pengelolaan linglkungan sekolah secara serampangan menjadikan lingkungan sekolah tidak sehat. Kesehatan lingkungan sekolah sangat mendukung proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah, hasilnya mutu dan prestasi sekolah akan meningkat.
Karakteristik Sekolah Berwawasan Lingkungan, adalah; unit bangunan sekolah tertata rapi, peruntukan pemamfaatan lahan yang jelas, pohon pelindung yang hijau, taman sekolah yang indah, tidak dijumpai air yang tergenang, sampah tidak ada yang berserakan, udara bersih dan sejuk, suasana sekolah tenteram dan damai. Kondisi sekolah yang demikian akan mampu menekan akibat yang ditimbulkan oleh pemanasan global.
Kenyataan dilapangan menunjukkan masih banyak dijumpai sekolah yang kurang peduli terhadap lingkungan sekolah. Hal ini terlihat banyak sekolah yang pohon pelindung jarang, taman sekolah tidak terawat, drainase air limbah tidak lancar, sampah berserakan, iklim sekolah tidak kondusif. Sekolah yang demikian lingkungannya tidak sehat, dan terancam oleh pemanasan global.
Membandingkan antara kondisi Sekolah Berwawasan Lingkungan dengan sekolah yang tidak berwawasan lingkungan, jauh lebih baik Sekolah berwawasan Lingkungan, oleh sebab itu sewajarnya setiap sekolah menciptakan dan mengembangkan Sekolah Berwawasan Lingkungan agar kondisi iklim sekolah tetap kondusif.
Mengingat adanya kontribusi yang diberikan oleh Sekolah Berwawasan Lingkungan dalam meminimalisasi dampak pemanasan global, maka sewajarnya setiap sekolah dijadikan Sekolah Berwawasan Lingkungan, dengan mengupayakan hal-hal sebagai berikut:
(a) mempelopori terciptanya Sekolah Berwawasan Lingkungan,
(b) menetapkan peruntukan lahan dan pekarangan sekolah secara jelas,
(c) menanam pohon pelindung dipekarangan sekolah dan disekitar sekolah,
(d) menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah,
(e) pemberdayaan warga sekolah mengelola lingkungan sekolah.
Untuk menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan harus ada guru yang mempeloporinya, melalui mata pelajaran yang diajarkan atau melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kepeloporan yang dilakukan akan dapat memotivasi warga sekolah untuk berpartisipasi terhadap aktivitas dilakukan sehubungan dengan pengelolaan atau pembenahan lingkungan sekolah.
Dalam membenahi pekarangan sekolah untuk menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan, terlebih dulu harus ditetapkan peruntukan lahan sekolah untuk; bangunan, penghijauan, kebun sekolah, taman kelas, taman burung, green house, apotik hidup, kolam ikan, tempat membuang sampah.
Untuk menjaga kondisi udara dalam keadaan sejuk, nyaman, segar dan bersih, harus dilakukan penghijauan dengan menanam pohon pelindung di pekarangan sekolah, dan disekitar sekolah. Pohon pelindung ini dapat membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global di lingkungan sekolah.
Lingkungan sekolah harus selalu dijaga kebersihannya. Sampah yang dihasilkan dimusnahkan dengan cara; membakar, menimbun dalam tanah, mendaur ulang, dijadikan kompos. Air yang digunakan disekolah selalu dalam keadaan bersih, dan tidak boleh aadanya genangan air di pekarangan sekolah.
Upaya menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan, sebagaimana diuraikan diatas dapat dilakukan apabila seluruh warga sekolah berpartipasi, dan peduli terhadap lingkungan sekolah, serta mau melestarikannya. Selama kelestarian dari lingkungan Sekolah Berwawasan Lingkungan, maka selama itu pulalah pengaruh negative dari pemanasan global dapat diminimalisasikan.