SELAMAT DATANG DI BLOG PENAMBANG ILMU

Senin, 05 April 2010

Guru sebagai Peneliti

Aspek lain yang penting dalam rangka membangun kualitas guru adalah usaha mewujudkan guru sebagai peneliti. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa guru harus mampu merefleksi diri dan kinerjanya. Melalui usaha ini guru akan mengetahui kekuranganya dan sekaligus mampu memperbaikinya. Lebih lanjut, melalui penelitian yang dilakukan guru, pembelajaran yang dilaksanakan akan lebih efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Pertanyaannya adalah penelitian seperti apa yang cocok dilakukan guru? Jenis penelitian yang tepat digunakan tentu saja adalah penelitian tindakan kelas. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa penelitian tindakan kelas pada dasarnya adalah penelitian yang dilakukan guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Penelitian ini menitikberatkan kajian atas kegiatan praktis pembelajaran yang dilakukan guru dalam menjalankan tugas keseharianya. Dengan demikian, melalui penelitian ini guru akan secara sadar dan terus menerus melakukan analisis atas kelemahan pembelajaran yang dilaksanakannya serta memperbaiknya dengan melaksanakan berbagai tindakan perbaikan.
Pelaksanaan penelitian di dalam kelas merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda. Pertama, peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata. Kedua, peningkatan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil belajar. Ketiga, peningkatan keprofesionalan pendidik. Keempat, penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian.
Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa mewujudkan guru sebagai penelitian pada dasarnya adalahusaha untuk meningkatkan profesionalisme guru sepajang kariernya. Lebih jauh melalui prosedur penelitian yang dilakukannya, guru dapat mengembangkan pengetahuan professional sehingga diharapkan guru akan mampu membanggun pengetahuannya secara mandiri. Akhirnya diharapkan guru di sekolah akan menjadi kaya dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan. Sosok guru yang demikian jelaslah merupakan sosok guru yang berkualitas yang akan sangat mendukung terbentuknya pendidikan bermutu.

Cinta Dunia

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)

Mukmin Yang Kuat

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing mempunyai kebaikan. Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu, jangan berkata: Seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan dan terserah Allah dengan apa yang Dia perbuat. Sebab kata-kata seandainya membuat pekerjaan setan.” Riwayat Muslim.

Kedudukan Manusia dalam Geografi dan Adaptasinya

Human geography yang di Indonesia lebih banyak diterjemahkan menjadi geografi social dari pada geografi manusia menggunakan adaptasi lingkungan sebagai perlawanan terhadap nature determinisme yang telah usang ,tetapi yang dengan tak sadar masih juga diikuti orang,termasuk guru geografi. Adaptasi dilakukan baik oleh tetumbuhan ,hewan maupun manusia dengan caranya masing-masing yang khas. Itu sebabnya geografi biologis memecah dirinya menjadi geografi tetumbuhan dan geografi hewan.

Geografi menyajikan pengertian yang bermakna mengenai bumi sebagai habitat manusia. Penelaahan geografi boleh dikatakan mewujudkan cara memandang bumi dengan cara yang khas,yang dasarnya berupa beberapa konsep azasi yang paling bertalian. Adapun jenis konsep itu adalah : penghargaan budayawi oleh bumi,konsep regional,pertalian wilayah,interaksi keruangan,lokalisasi,skala dan konsep tentang perubahan.

ROGER MINSHULL yang dalam bukunya The changing of geography menderetkan pokok-pokok yang perlu dipahami oleh para geograf ,yaitu :

1.Persebaran gejala-gejala di muka bumi.
2.Hubungannya dengan gejala lain di tempat atau wilayah yang bersangkutan.
3.Hubungannya dengan gejala di tempat atau wilayah lain.
4.Efek satu atau lebih gejala atas yang lain.
5.Bervariasinya gejala dari tempat ke tempat.
6.Mengapa gejala ada di tempat tertentu,dan di tempat lain tidak ada.
7.Pembauran gejala spatial.
8.Gerakan gejala yang bertimbal balik.
9.Mengapa gejala munculnya tak teratur.
10.Bentuk jaringan aneka gejala.
11.Kepadatan dan pengelompokan gejala .
12.Lokasi dan lokalisasi gejala.
13.Pembatasan adanya penduduk dan kegiatannya di suatu tempat .
14.Efek dari kegiatan di suatu tempat terhadap tempat lain.

Geografi kependudukan pada dasarnya bersifat kuantitatif,karena sama-sama tergantung dari data statistik . Tetapi keduanya menggunakan pendekatan kualitatif. Para demograf menguji berbagai kualitas fisik,intelektual,dan watak penduduk untuk mengemukakan hubungannya dengan aspek kuantitatif,tetapi para geograf mengusahakan penguraian interelasi antara lingkungan alam dan lingkungan manusia yang rumit.

Yang pertama menelaah berfungsinya secara geografi dunia sebagai keutuhan yang kemudian dibagi lagi atas wilayah makro yang berupa benua,sub-benua dan negara-negara. Adapun yang kedua menelaah organisasi yang bercorak sosio-spatial dari wilayah secara mikro. Sehubungan ini lalu dikenal cabang geografi social yang bernama geografi kota dan geografi pedesaan. Pokok-pokok yang dibicarakan dalam geografi adalah persebaran,perbedaan pertumbuhan penduduk,kepadatan penduduk,kemudian migrasi atau gerakan penduduk.

Pengajaran Geografi di SMA

Antara geografi akademis dan geografi pengajaran terdapat hubungan yang erat mengenai hakekat dari objek studinya. Keduanya memaparkan strategi manusia dalam menghadapi lingkungannya,ruang dan sumber daya yang ada di dalamnya yang kesemuanya itu terdapat di permukaan bumi.

Setiap guru geografi perlu memahami seluk beluk ilmu geografi khususnya tentang adanya pembagian dua yakni geografi alam dan geografi manusia. Di Indonesia lebih di kenal sebutan geografi alam dan geografi social. Dan geografi social memiliki dua arti.

Tiap-tiap mata pelajaran di sekolah lanjutan membutuhkan guru yang ideal. Adapun syarat untuk menjadi guru geografi yang baik,tak hanya terbatas pada pendidikan yang diikuti sebelumnya yang menghasilkan ijazah yang berwenang bagi yang bersangkutan untuk mengajar. Di samping itu masih diperlukan beberapa keistimewaan pada guru itu sendiri untuk dilatih dan dikembangkan lanjut.

Ada lima tuntutan yang perlu dipenuhi oleh guru geografi yang ideal,yaitu :

1.Harus mempunyai perhatian yang cukup banyak kepada permasalahan manusia.
2.Mempunyai kemampuan untuk menemukan sendiri factor-faktor lokatif,pola regional dan relasi keruangan yang terkandung oleh ataupun tersembunyi di belakang gejala-gejala social.
3.Suka dan mampu mengadakan observasi pribadi di lapangan.
4.Secara sederhana dapat mensintesekan data-data yang berasal dari berbagai sumber.
5.Mampu membedakan serta memisahkan kausalitas yang sungguh,dari hal-hal yang sifatnya hanya kebetulan belaka.

Guru dalam mengajarkan geografi menggunakan didaktik geografi. Ini barulah suatu jalan belaka yang menuju kepada tujuan pengajaran geografi. Yakni menciptakan gambaran geografi pada diri siswa,sebagai suatu aspek dari kedewasaan soaial yang dikejar oleh pengajaran IPS sekarang. Adapun tujuan geografi pengajaran sekarang,mencakup kalimat ini : orientasi ke dalam ruang dan orientasi ke dalam seluruh masyarakat dunia,di mana siswa menjadi anggotanya dan di mana ia kelak sebagai orang dewasa akan memberikan sumbangannya.

Tujuan di atas merupakan pembaharuan terhadap perumusan yang lama yakni yang semula berintikan pada berfikir geografis saja. Sehabis perang dunia II ,UNESCO demi perdamaian dunia memberikan perumusan baru. Pembentukan gambaran mengenai bangsa-bangsa dengan segala perbedaannya antara satu dengan yang lain ,yang berorganisasi dengan berbagai system di permukaan bumi dengan hubungan antar yang saling menjalin. Segalanya itu dapat dilepaskan dari hubungan antara masyarakat bangsa dan latar belakang milieunya masing-masing,serta ikatannya dengan dunia.

Melalui empat macam pengajaran geografi yakni yang bersifat fisis (ilmu falak),social ekonomis dan cultural,guru geografi sebetulnya berusaha menyalurkan lima jenis sumbangan kepada pendidikan,dengan perincian demikian : wawasan dalam ruang,persepsi relasi antar gejala,rasa keindahan,kecintaan tanah air,dan saling pengertian internasional. Kelima jenis sumbangan itu perlu disadari oleh guru ,terlepas dari bentuk ujian mana yang berlaku.

Dalam membahas materi geografi di dalam pengajarannya perlu dipertimbangkan empat hal sebagai berikut :
1.Tujuan pendidikan dan pengajaran yang mengacu pada kepentingan nasional sesuai dengan rumusan tujuan pendidikan nasional dalam GBHN.
2.Unsur kepentingan anak didik dengan memperhatikan tingkat perkembangan jiwa anak didik.
3.Karakteristik yang terkandung dalam ilmu geografi dengan memperhatikan pendekatan dan metodologinya.
4.Seleksi atas materi baku yang esensial dari bidang ilmu geografi sebagai bahan acuan dalam penataan kembali penyusunan program dan materi pengajaran geografi bagi setiap jenjang sekolah

Adapun penjabaran materi geografi di sekolah meliputi aspek hakikat,nilai dan perannya. Hakikat geografi dirumuskan demikian : Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena di geosfer,dengan sudut pandangan kelingkungan (ekologis) dan kewilayahan (regional) dalam kontaks keruangan (spatial).

Kemudian dalam mengajarkan geografi kepada para siswa,guru diharapkan menguasai makna dari 10 konsep asasi geografi sebagai ciri khas pengajaran geografi. Sepuluh konsep asasi itu meliputi : lokasi,jarak,keterjangkauan,pola,morfologi,aglomerasi,nilai kegunaan,interaksi dan interdepensi,diferensiasi areal (struktur/distribusi keruangan ),akhirnya proses keruangan (keterkaitan keruangan).

Serba Serbi Geografi

Geografi yang semulanya disebut ilmu bumi, sebagai pengetahuan diajarkan di Perguruan Tinggi dengan sebutan geografi akademis dan di sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas dengan sebutan geografi sekolah atau geografi pengajaran. Sebutan ilmu bumi disebut sekarang kurang tepat; ilmu bumi lebihlah cocok untuk geologi (dari kata Yunani,geos dan logos),yakni suatu pengetahuan alam yang mempelajari bumi seutuhnya,dari quilt luar sampai intinya,tetapi tanpa memperhatikan hubungan bumi secara khusus dengan manusia yang mengetahuinya.

Pengajaran geografi yang diadakan sebenarnya mengandung dua tujuan :

1.Tujuan materiil yang artinya mempelajari hal-hal untuk diketahui belaka sehingga untuk jenis ini dibutuhkan latihan mengingat.
2.Tujuan formal yang mengandung pengembangan daya cipta,latihan sikap pribadi dan kesediaan melayani masyarakat.

Hal ini semua bertalian erat dengan didaktik dan metodik khusus geografi yang perlu diketahui oleh para guru geografi.

Geografi memandang bumi sebagai habitat manusia yaitu tempat tinggal manusia. Habitat ini terdiri atas bingkai alami (human setting atau cultural setting). Jelas bahwa geografi tak hanya mempelajari aspek alami dari bumi saja akan tetapi juga aspek manusiawi ,baik yang bercorak ekonomis,sosiologis,politis,cultural dan religius. Semua itu dipelajari dengan latar belakang lingkungan alam.

Dapat kita kaji bahwa yang mempengaruhi kehidupan manusia adalah beberapa factor yang mempengaruhi yaitu : relasi ruang (likasi,posisi,bentuk,luas,jarak),relief atau topografi (tinggi rendahnya permukaan bumi),iklim (dengan permusimannya),jenis tanah(kapur,liat,pasir,gambut),flora dan fauna,air tanah dan kondisi pembuangan air,sumber-sumber mineral (barang tambang) dan relasi dengan lautan.Seorang geograf Belanda LAMBOOY (1969),menemukan enam definisi geografi yang membuktikan tersimpannya unsure struktur ,fungsi dan proses itu,sebagai berikut :

1.Geografi itu adalah suatu telaah tentang perbedaan wilayah dan integrasi wilayah (HARTSHORNE ,geograf Inggris ). Terasa di sini pentingnya suatu proses.
2.Geografi manusia bertugas menelaah gejala di dalam pertalian keruangannya,(SORRE,geograf Perancis). Di sini integrasi diutamakan.
3.Tujuan geografi adalah menemukan pola dan ikatan yang azasi dari berbagai tempat yang bertalian dengan fungsinya,(BERRY,geograf Amerika). Menunjukkan pentingnya struktur yang statis hubungan antar bagian atau organisasi fungsionalnya dan proses yang dinamis.
4.Tugas geografi adalah menyelidiki obyek yang terintegrasi dalam persebaran keruangannya ,(LESZYNSKI, geograf Polandia ).
5.Geografi adalah ilmu tentang lokasi. (BUNGE , geograf Amerika ). Hal ini dihubungkan dengan geografi regional yang tugasnya menglkasifikasikan berbagai lokasi dan geografi teoritis yang tugasnya meramalkan berbagai lokasi.
6.Geografi menelaah ruang serta relasi keruangan. (ULLMANN, geograf Amerika )